Aksi Pengeroyokan Anggota PSHT di Bandungan, Polisi Buru Pelaku


1Pena.id, Kabupaten Semarang – Telah terjadi aksi pengeroyokan terhadap seorang anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pada Minggu malam, 18 Mei 2025, sekitar pukul 21.15 WIB di Jl. Ambarawa-Bandungan, tepatnya di daerah Gamasan. Korban, AG (24), merupakan anggota PSHT pusat Madiun, mengalami luka serius akibat serangan tersebut.


Berdasarkan keterangan saksi mata, AG diserang oleh sekelompok preman yang dipimpin oleh seseorang yang dikenal dengan nama "Pak San". Para pelaku membawa senjata tajam dan menyergap korban di sebuah gang sempit. Korban disekap dan dianiaya secara brutal. Akibat kejadian tersebut, AG mengalami luka serius, termasuk patah tulang pergelangan tangan kanan, luka robek di bagian belakang kepala, memar di bahu kiri, luka gores di bahu kanan, serta bibir pecah bagian atas. Korban dilarikan ke RSUD Ambarawa untuk mendapatkan perawatan intensif.


Aksi kekerasan ini berhasil diredam setelah sejumlah anggota PSHT tiba di lokasi. Ketua Cabang PSHT Kabupaten Semarang, Mas Sulistiyo, bersama rombongan segera menuju tempat kejadian untuk memberikan dukungan moral kepada korban. Ia mengecam keras tindakan brutal tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya akan menempuh jalur hukum.


"Kami menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian dan mengimbau kepada seluruh anggota PSHT untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan di luar hukum," tegas Mas Sulistiyo.



Warga sekitar mengungkapkan bahwa kelompok preman yang terlibat sudah lama meresahkan masyarakat Bandungan. Mereka kerap menimbulkan keributan di wilayah tersebut.


Pihak kepolisian melalui Polres Semarang telah menerima laporan pengaduan dari korban, AGUNG BAYU ANGGORO, yang datang langsung ke kantor polisi pada Senin dini hari, 17 Mei 2025, sekitar pukul 02.00 WIB. Dalam laporan resmi tersebut, AG menyebut nama "Pak San" sebagai salah satu pelaku yang menyerangnya bersama enam orang lainnya. Kejadian disebutkan terjadi di belakang Klinik Tri Karya, Bandungan.


Polisi saat ini tengah melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku. Masyarakat berharap aparat hukum bertindak tegas untuk menindak kelompok preman yang telah meresahkan dan menciptakan ketakutan di kalangan warga.


(Redaksi)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama