BNNP Jateng dan BSI Teken Kerja Sama, Perkuat Sinergi Pentahelix Lawan Narkoba



Semarang, 1pena.id — Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata. Konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, media, dan dunia usaha menjadi kunci membangun gerakan masif melawan narkoba.


Sebagai bentuk implementasi sinergitas tersebut, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Area Semarang Kota. Acara berlangsung di Resto dan Café Joglo Pak Mancung, Jalan Banteng Raya No. 32, Pandean Lamper, Gayamsari, Kota Semarang, Rabu (24/9/2025).



Penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K., S.H., M.Hum, dengan disaksikan perwakilan Kanwil BSI Jawa Tengah – DIY.


Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Agus Rohmat menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“Upaya pencegahan narkotika tidak bisa dilakukan sendiri oleh BNN. Dunia perbankan, termasuk BSI, memiliki peran strategis dalam menyebarkan informasi, membangun relawan antinarkotika, hingga mendukung program pascarehabilitasi. Kami berharap kerja sama ini menjadi teladan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha,” ujarnya.


Agus Rohmat juga menekankan bahwa langkah ini selaras dengan visi besar pemerintahan.

“Kerja sama ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo – Gibran, khususnya dalam membangun manusia Indonesia unggul, sehat, produktif, serta melindungi generasi muda dari ancaman narkoba. Pencegahan narkotika adalah bagian dari strategi nasional untuk menjaga masa depan bangsa,” tegasnya.


Sementara itu, Toni Budi Kartono, Deputy Regional Office DIY & Jawa Tengah Kanwil BSI, menyampaikan komitmen penuh pihaknya.

“BSI berkomitmen menghadirkan perbankan yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial. Kami siap mendukung program P4GN BNN, baik melalui edukasi internal pegawai, pembentukan relawan antinarkotika, maupun dukungan bagi peserta pascarehabilitasi,” ungkap Toni.


BSI juga menyiapkan tindak lanjut konkret dari PKS tersebut.

“Kami akan mengimplementasikan edukasi P4GN di lingkungan BSI, mengadakan tes urine secara berkala, serta menyalurkan bantuan yang bisa dimanfaatkan peserta pascarehabilitasi. Harapan kami, BSI menjadi bagian dari solusi dalam menyelamatkan generasi bangsa dari narkoba,” tambahnya.


Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Kepala BNN RI dengan Direktur Utama BSI pada Juli 2024. Ruang lingkup PKS meliputi penyebarluasan informasi, deteksi dini melalui tes narkoba, pembentukan relawan antinarkotika, serta dukungan pascarehabilitasi.


Melalui sinergi ini, BNNP Jawa Tengah dan BSI sepakat perang melawan narkoba harus dilakukan bersama-sama, melibatkan seluruh elemen bangsa. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bahwa kerja sama pemerintah dan dunia usaha mampu melahirkan solusi konkret dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika.


Gerakan ini sejalan dengan semangat War on Drugs for Humanity — perang melawan narkoba demi kemanusiaan, demi masa depan bangsa.


 Pewarta: Khnza Haryati

 Editor: WS | 1pena.id

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama